Minggu, 04 Januari 2009

Tahun Baru Di Dinginya Malam Tokyo

Diantara hembusan angin musim dingin ..ku langkahkan kaki kakiku mengitari gemerlapnya tokyo di malam ini. Tak terasa sebentar lagi 2008 akan berakhir ...2009 siap menanti.
jam 2 sore kutemui teman2ku yg sudah berkumpul di taman ueno (sebuah taman luas dengan banyak pepohonan di tengah gemerlapnya pencakar langit tokyo). Disana sudah menunggu orang2 yg kegantenganya masih di bawahku. Akhirnya kuajak mereka pergi ke odaeba, teluk tokyo yg indah dengan fuji televisi dan odaeba laketown didalamnya. Untuk bisa sampai ke odaeba, dari ueno kami naik yg kereta yamanote line (jalur kereta melingkar yg mengelilingi tokyo) dan kemudian transfer ke monorail densha (monorail densha adalah kereta listrik otomatis tanpa masinis yg jalur relnya berada di ketinggian sekitar 20 meter diatas tanah, jadi kita bisa melihat indahnya tokyo dari atas). Sudah berkali kali aku naik monorail ini, tapi tak pernah aku bosan menikmati pemandangan tokyo yg indah dengan lampu2 dan gedung artistiknya. Dan juga...setiap aku menikmati tokyo dari atas monorail ini, selalu aku merasa masih dalam mimpi... benarkah aku di tokyo? ini tokyo? kok bisa aku sampai disini??
Hmm..wajar jika aku merasakan perasaan2 tersebut. Sebagai bocah ndeso, kutu kupret, miskin, nggak pernah jajan di sekolah, makan enak sebulan sekali kalau lagi ada orang kondangan dan diusir dari kerajaan mojopahit...(wa kak kak , kalo yg terakhir itu bohong dech), adalah suatu hil yang mustahal bisa pergi ke jepang. Tapi...sekarang aku disini man!! tokyo man !! tempatnya ultraman dan ninja hatori, pahlawanku masa kecil. Lha sekarang siapa pahlawan idolamu budi?..pahlawan idolaku sekarang sudah berubah, tapi tetep di jepang lo... namanya adalah MIYABI dan MARIA OZAWA !!!! who is that?.. that is who? :)

"mamonaku odaeba eki ni tomarimasu, deguchi wa hidari desu...." wah,suara petunjuk informasi otomatis yg menginformasikan bahwa sebentar lagi akan sampai di odaeba membuyarkan lamunanku. Byoohh..duiingiinnn polll ! dingin sekali teluk odaeba ini, musim dingin ditambah angin yg kencang membuat perutku menjadi aneh, blung..blung..ketika aku menabuh perutku.
What the hell !, aku masuk angin! penyakit wong ndeso kok bisa sampai di jepang. Biasanya kalau ada ibuku, pasti beliau akan ngeroki aku pakai rheumason dan uang logam 100 rupiah.
Tapi sekarang ibuku nggak ada, bagaimana nih? wah itu ada 3 orang cewek jepang lagi nganggur, apa mereka mau ngerokin ya? wa kak kak.. pikiran yg aneh.
Yup..aku ingat di sini kan ada surabaya restoran, perutku pasti sembuh kalau dimasuki soto hangat. Sampai di sana...ya ampyun banyak banget orang indonesia yg antri, maklumlah liburan panjang jadinya semua orang ke sini semua. Akhirnya.. 120 menit kemudian aku bisa masuk ke dalam. Datanglah pelayan jepang dengan bahasa indonesianya yg amburadul dan senyum manisnya. Walaupun dia manis tapi aku aku nggak naksir sama sekali lo sama dia, soalnya dia laki laki sih..wa kak kak.
"hai..minna nijyu nin onaji desu!" ... itulah yg aku katakan pada pelayan itu. Artinya : "ya..kami 20 orang sama", aku dan teman2ku semuanya memang 20 orang dan menu hari ini semuanya seragam. Menu seharga 2000 yen(200.000 rupiah) berisi soto,ayam goreng,nasi,lumpia,ikan pepes dan gado2. waw.. banyak sekali kupikir, namun ternyata realitasnya semuanya itu hanya ada dalam satu piring, yg nggak akan mampu memuaskan perut masuk angin ini.

Artikel Lain Yang Berhubungan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Dear Diary Blogger Template