Minggu 5 april kemarin aku diajak oleh Kiguchi san, rekan kerjaku berusia 60 tahunan seorang bapak dari 2 orang anak dan kakek dari seorang cucu, ke asakusa untuk menikmati sakura hanami disana. Asakusa adalah kota kecil di pinggiran tokyo, disana ada pasar barang2 cinderamata khas jepang, kuil kuil dan sungai sumidagawa yg membelah kota itu menjadi dua bagian. Setiap hari minggu dan hari libur banyak sekali orang asing yg berada disana.
Jam 9 pagi aku,kiguchi san dan 4 orang temanku sudah berada disana. Masih sepi suasana disana, belum banyak orang jepang maupun orang asing yg berkumpul2 disana. Tikar2 di bawah pohon sakura belum banyak terisi dan bau osake belum menebar di sejuknya pagi itu. Kami diajak oleh kiguchi san berjalan menyusuri tepi sungai sumidagawa, dimana pohon pohon sakura berdiri berjajar memanjang sepanjang tepi sungai itu, dengan keelokanya dan keanggunan nya.
Kamera digital yg kugenggam, berkali kali mengabadikan pesona keanggunan sakura sakura yg seakan mengeluarkan melodi nyanyian keteduhan dan kedamaian ketika tertiup oleh semilirnya sepoi angin musim semi. Sejenak aku berdiri di tepian pantai itu, kulayangkan pandanganku ke depan, disana ada patung besar banget disamping sebuah bangunan besar yg tingginya sekitar 50 an lantai. Patung tersebut berbentuk seperti "awan kinton nya" songgoku dragon ball. Ketika kutanyakan pada kiguchi san tentang patung itu, barulah aku tahu bahwa ternyata patung itu menggambarkan tetesan cairan bir, usut punya usut ternyata bangunan tinggi disebelah patung itu adalah perusahaan bir ASAHI BIR yg merupakan perusahaan bir terbesar di jepang.
Kiguchi san kemudian mengajak kami untuk melihat sakura di sisi pantai yg lain. Untuk sampai disana kami harus menyeberang melalui jembatan yg lebarnya 15 meteran dengan design yg unik sekali, design arsitektur
Minggu, 12 April 2009
Sakura Hanami di Asakusa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar